1. Tapai Ketan
Olahan dengan nama tapai memiliki ciri khas dibuat dengan cara
difermentasi, begitu pula dengan tapai ketan yang menjadi olahan khas
daerah Kuningan. Pembuatan tapai ketan tersebut, menggunakan bahan dasar
beras ketan, entah itu ketan hitam maupun putih, namun kebanyakan
memakai yang ketan putih.
Selain itu, olahan tapai yang dibuat
dari ketan putih kerap diwarnai dengan daun katuk agar memiliki warna
hijau alami. Sedangkan untuk bungkusannya kerap didapat dari daun jambu
hingga daun pisang. Pemilihan daun pisang biasanya lebih sering karena
untuk memberikan identitas makanan khas Jawa Barat beserta gambarny ini
termasuk ke dalam kekayaan kuliner nusantara.
Sesuai dengan namanya, tapai ketan dibuat dengan proses fermentasi dari ragi, yakni setelah ketan selesai
dikukus, nantinya akan dimasukkan ke daun dengan tambahan ragi. Setelah
dibungkus beberapa saat, dan didiamkan dalam waktu 3 hari sampai
seminggu, tapai ketan tersebut sudah siap untuk dihidangkan.
Dengan
proses tersebut, dipercaya bahwa tapai ini bisa menambah kandungan
vitamin B1 yang sangat baik untuk sistem pencernaan dan obat diabetes.
Untuk mendapatkannya juga dapat dengan gampang didapat di area sekitar
Kuningan, dan sudah dibungkus dengan kemasan modern.
2. Mie Kocok
Nama mie kocok mungkin tidak setenar saudaranya, mie ayam yang telah
terlebih dahulu menjadi masakan yang ada hampir di seluruh Indonesia.
Namun popularitas masakan dengan bahan utama mie telur ini jangan
diragukan lagi bila di Jawa Barat, khususnya Bandung.
Dalam satu
porsi mie kocok sendiri, bisa diisi dengan mie telur, sawi, tauge, dan
daun bawang, namun karena semakin banyak peminatnya, isian seperti
daging dan bakso juga masuk ke dalam mangkuknya. Walaupun penggunaan
bakso dan daging bisa membuatnya mirip dengan mie ayam atau mie bakso,
namun penggunaan mie telur dan rasa kuahnya-lah yang bisa membedakannya.
Menurut
cerita, kata kocok berasal dari dikocoknya mie dan tauge pada air
panas, sehingga nantinya akan membuatnya layu dan siap disajikan. Namun
kini proses pengocokan tersebut tidaklah dipakai oleh produsen-produsen
mie kocok di seluruh Indonesia.
3. Karedok
Makanan khas Jawa Barat karedok merupakan kuliner dengan bahan dasar
sayur-sayuran segar yang disajikan bersama siraman bumbu kacang. Makanan
dengan nama karedok sebenarnya mirip dengan gado-gado atau pecel, namun
perbedaan paling mendasar adalah pada pemakaian sayurnya yang disajikan
dalam keadaan mentah.
Diantara sayuran yang bisa dijadikan
sebagai karedok adalah timun, daun kemangi, kacang panjang, kol, terong,
dan tauge, kesemuanya akan dipotong kecil-kecil dan disajikan dalam
keadaan mentah. Walaupun mentah, rasanya akan tetap lezat karena
penggunaan bumbu kacangnya yang menimbulkan rasa pedas gurih pada
sayuran.
Pembuatan bumbu kacang tersebut dibuat menggunakan kacang
tanah, cabai rawit, gula jawa, terasi, air asam, garam, kencur, dan
bawang putih. Dan perlu diketahui bahwa makanan ini berasal dari
Sumedang namun telah melebarkan sayapnya, sehingga di daerah-daerah
kerap menjumpainya. Selain karena rasanya enak, adanya kandungan serat
yang cukup tinggi pada karedok bisa menjadi nilai lebih dalam
mengonsumsinya.
4. Dodol Garut
Makanan dengan bentuk balok agak memanjang dengan warna khas cokelat
bertekstur lembut dan rasanya manis, maka itulah yang dinamakan dodol.
Walaupun mirip dengan jenang di Kudus, namun dodol punya tekstur luar
yang lebih kering, dan pengemasannya dibentuk kotak, sedangkan jenang
dikemas seperti tabung.
Secara umum, dodol dibuat menggunakan
tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah, itu adalah rasa original
dari panganan ini. Memang masih sederhana, karena diawal kemunculan
makanan khas Jawa Barat dari tepung ketan, yaitu tahun 1920-an, masih
sedikit penjual dan kreatifitas pembuatnya.
Kini tidak hanya rasa
manis dari gula merah saja yang hadir, ada pula puluhan rasa lain yang
dibuat oleh berbagai produsen ddol yang menjamur di Garut. Mulai dari
rasa buah-buah seperti strawberry, nanas, sirsak, durian, nangka, dan
masih banyak lagi, begitu pula dengan aneka rasa lain seperti cokelat.
5. Peuyeum
Peuyeum merupakan sejenis tape yang juga dibuat dengan cara
fermentasi, namun pembutannya dilakukan dengan bahan dasar singkong.
Jenis ubi tersebut setelah dikukus sudah langsung siap untuk diberi
taburan ragi yang memicu pertumbuhan jamur pada singkong.
Pemberian
ragi tersebut yang membuat peuyeum memiliki warna putih di
sekelilingnya, dan karena ragi inilah rasa singkong berubah menjadi
berbeda, karena akan berasa tape. Setelah memberi ragi, singkong harus
ditempatkan pada tempat tertutup dan wajib didiamkan selama 2 sampai 3
hari agar rasanya makin nikmat.
Makanan yang dulunya banyak dibuat
di daerah Cipeyeum yang membuatnya dinamai peuyeum tersebut telah
banyak dijual di Bandung, seperti di pasar maupun tempat wisata.
Uniknya, banyak penjualnya yang menjualnya dengan cara menggantungkan
peuyeum, tujuannya sih untuk menarik minat pembeli.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar